• Jadilah Seperti Lampu

    Assalammu'alaikum anak-anak?
    Selamat pagi anak-anak?
    Gimana kabarnya?


    Sebuah sedikit kata-kata yang masih terekam dibenak pikiranku. Dibenak dimana ketika saya masih duduk dibangku sekolah TK & SD dulu. Pingin rasanya kembali ke masa itu, masa dimana kita lebih banyak untuk mengekspresikan diri, bermain bersama, dan belajar tentunya. Dan terkadang (ekh, sering seh) di masa itu kita terlihat lucu, polos, lugu akan terhadap sesuatu hal. Namun ya itu, itu semua dulu, masa lalu yang tak mungkin bisa terulang lagi. Masa lalu yang akan terus menghiasi pengalaman kita sekarang yang nantinya mungkin akan kita ceritakan kembali kepada orang-orang.

    Namun, disini saya tidak akan menceritakan kejadian-kejadian masa kecil saya, biarkan itu menjadi kenangan indah yang selalu membuatku semangat, semangat masa kecil dulu, semangat yang tiada hentinya.:)

    Saya kagum akan sosok yang mengajar dan mendidik pada saat itu, dan sekarangpun saya masih sangat kagum kepada orang yang masih setia mengajar dan mendidik. Siapa mereka?, ya mereka itu orang yang tak kenal lelah dan tak pernah mengeluh didepan kita, mereka itu ya guru.

    Lalu apa ini kira-kira makna yang bisa diambil? Banyak sebenarnya makna yang bisa diambil. Namun, disini saya akan mengambil satu makna yang mungkin bisa membuat pikiran kita menjadi lebih terbuka.

    Guru itu adalah orang yang berilmu pengetahuan. Loh, kok gitu?, semua orang kan juga berilmu pengetahuan. Benar sekali memang semua orang itu berilmu pengetahuan, cuma ada hal yang mencolok yang membedakan mereka dengan orang-orang yang lain. Apa itu?, ya mereka itu selain memiliki ilmu tapi juga ikhlas memberikan ilmunya ke anak yang diajar & didiknya bahkan kesiapa saja.

    Nah, itu lah hal yang membuat beda antara guru dengan orang-orang yang lainnya. Mereka ikhlas memberikan ilmu-ilmu yang pernah didapatkannya. Terus hubungan dengan kita apaan ya???

    Wah, tentu sangat banyak hubungannya dengan kita terutama kita sebagai mahasiswa/ pemuda generasi bangsa. Sudah sepatutnya lah kita sebagai manusia yang berintelektual juga seperti guru-guru tersebut, yang rela ikhlas dan tak pernah mengeluh untuk menyebarkan, memberikan ilmunya kepada siapa saja.

    Jadilah seperti lampu yang dapat menerangi dari kegelapan, yang dapat menerangi daerah sekitarnya. Maknanya jadilah orang yang senantiasa menyebarkan dan memberikan ilmu yang ada kepada siapa saja. Dengan itu kita bisa membuka wawasan dan ilmu pengetahuan mereka. Dan jangan menjadi seperti emas yang berkilau mahal yang kilauannya hanya menerangi dirinya sendiri.






    Tak bisa dipungkiri mungkin kita dan mungkin bahkan saya sendiri seperti itu mempunyai ilmu tapi tak pernah kita berikan/ bagikan kepada orang lain. Mulai dari sekarang yok mari kita semua jadilah seperti lampu yang selalu menerangi. Menjadi rentetan lampu yang saling menyambung menerangi seluruh pelosok bumi pertiwi dan seluruh pelosok bumi ini. Amin, amin, amin..
    Ayok kita bergerak dengan ikhlas & lakukan perubahan..

    Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): "Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya," lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruknya tukaran yang mereka terima. (QS. Ali 'Imran [3] : ayat 187)

0 komentar:

Poskan Komentar