• Teruntukku, Pemuda, dan Mahasiswa

    "Bersama Kita Bisa"..
    Sebuah ilustrasi dimana mungkin orang banyak menyepelekan ini, namun bagiku 3 kata ini justru sebaliknya, dengan kita bersatu/bersama-sama akan bisa menghasilkan karya atau hal yang luar biasa.
    Ibarat kan sebuah rumah yang terdiri dari besi sebagai pondasi, batako sebagai dinding, semen sebagai penghubung, genteng sebagai atap, kayu sebagai penguat, apabila salah satu dari kesekian unsur tersebut tidak ada maka kekuatan rumah tersebut juga bakalan berkurang atau tidak ideal semestinya.
    Begitu juga dengan kita sebagai manusia, kalau rumah saja bisa seperti itu, kita kenapa tidak?.

    Banyak karya atau hal yang luar biasa yang bisa kita dapatkan jika kita bersama. Banyak orang yang gagal ketika rasa invidualitas menyelimuti dirinya, ketika merasa dirinya yang paling bisa, ketika merasa dirinya adalah segalanya. Sadarlah kita ini sesungguhnya manusia yang lemah, kita ini manusia makhluk sosial yang butuh orang lain juga. Sungguh egois dan ironi orang yang merasa dirinya tidak membutuhkan orang lain.

    Saya sebagai pemuda/mahasiswa sangat bangga ketika dulu sumpah pemuda diikrarkan, seluruh pemuda Indonesia bersatu mengikrarkan untuk memerdakan Indonesia. Tanpa membedakan ras, suku, budaya mereka berjuang untuk tanah air tercinta ini. Itu bukan karena hasil seseorang melainkan perjuangan dari banyak orang. Itu bisa dilakukan karena adanya rasa kebersamaan yang kuat untuk memerdekakan Indonesia.

    Namun sekarang bagaimana?, kalau saya boleh berpendapat mungkin sekarang rasa kebersamaan dikalangan pemuda/mahasiswa sudah mulai luntur dan berkurang. Rasa keegoisan lebih diutamakan ketika permasalahan yang ada itu muncul, emosi yang memuncak ketika permasalahan yang ada itu tidak terselesaikan. Lihat saja fakta yang ada sekarang, pemuda antar kampung, mahasiswa antar mahasiswa terlibat tawuran. Kalo dilihat dari permasalahan yang timbul sebenarnya sederhana, yakni ya itu tadi lebih mengutamakan rasa egois/emosinya bukan kesabaran/pengendalian diri yang dikedepankan.
    Kalau kita mau mencoba untuk berintrospeksi sejenak, sudah sejauh mana kita sebagai pemuda berkontribusi untuk bangsa ini, sdah sejauh mana kita sebagai pemuda membantu bangsa ini keluar dari keterpurukannya.

    Sudah saatnya sekarang, mulai dari membaca tulisan ini kita sebagai pemuda/mahasiswa berkontribusilah untuk bangsa Indonesia tercinta ini. Karena kalau bukan kita siapa lagi yang mau membanggakan bangsa ini, kalau bukan kita siapa lagi yang menolong bangsa ini, dan kalau bukan kita siapa lagi yang akan membangun bangsa Indonesia ini.
    Jadilah pemuda/mahasiswa yang bisa mengendalikan dirinya, berpikir dulu sebelum bertindak, serta mempunyai ide/gagasan yang out of the box. Mari kita jaga kebersamaan antar pemuda/mahasiswa ini. Karena dengan bersama jauh lebih efektif dan efisien, dengan bersama "Kita Bisa".  Sukses selalu buat pemuda/mahasiswa Indonesia. Tunjukkan kalau kita bisa berkontribusi lebih bagi bangsa Indonesia tecinta ini .
    13031680651359285988Tetap semangat dan optimis. Ingat kawan-kawanku Bangsa kita ini membutuhkan kita bukan kita yang harus berharap lebih dari bangsa ini.:)

0 komentar:

Poskan Komentar